Weekend Asik di Perpustakaan Nasional

Pada hari sabtu 14 oktober 2017, saya berkesempatan hadir di acara Diskusi Santai dan Eksplore Perpustakaan Tertinggi di Dunia yang diadakan oleh Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta. Acara kali ini diawali dengan diskusi santai dengan narasumber Mba Nunik Utami, untuk isi diskusinya bisa dibaca di sini

Setelah selesai acara, sekitar pukul 2 siang semua peserta dipandu oleh beberapa orang team dapur Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta untuk mengeksplore Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpunas). Perpustakaan yang konon merupakan perpustakaan tertinggi di dunia, terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat.

IMG-20171015-WA0009

Sumber : Dokumentasi Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta

Continue reading

Advertisements

Eksplore Dieng bersama Backpacker Jakarta Hari Kedua

Minggu, 17 September 2017

Sekitar pukul dua pagi saya terbangun karena mendengar teman-teman sekamar saya yang mulai bersiap, subuh ini kami akan melihat matahari terbit di Bukit Sikunir. Ketika saya membuka pintu kamar, ternyata teman-teman yang lain masih terlelap. Memang udara Dieng yang dingin sangat enak untuk bermalas-malasan, menarik selimut tebal dan bangun siang, tapi sangat disayangkan jika sudah jauh-jauh ke Dieng tapi tidak ikut menikmati sunrise di Bukit Sikunir.

Pukul setengah tiga pagi semua peserta mulai terbangun dan bersiap-siap, karena kami semua harus berangkat sekitar pukul tiga pagi. Namun, tidak semua peserta ikut ke Sikunir, ada beberapa orang yang tidak ikut dan memutuskan untuk tetap di penginapan. Untuk menuju Sikunir, dari penginapan kami naik elf yang ditempuh sekitar 15 menit. Sesampainya di parkiran Bukit Sikunir, CP memberikan informasi bahwa di atas jangan lama-lama karena masih ada tempat lain yang akan dikunjungi, jam tujuh pagi kami harus sudah berkumpul kembali di tempat parkir.

Untuk melihat keindahan Golden Sunrise di atas Bukit Sikunir bukanlah hal yang mudah, dari tempat parkir kami masih harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Awal-awal perjalanan, kami menyusuri rumah-rumah warga dan pedagang-pedagang, kemudian kami melewati anak tangga yang sangat tinggi, dan saat itu sangat ramai padahal baru sekitar jam empat subuh. Setelah itu kami masih harus melewati jalan bertanah yang sangat berdebu karena injakan orang-orang di depan kami. Duh rasanya ingin terbang saja agar segera sampai di atas Bukit. Continue reading