Dinas ke Semarang

09 Maret 2016, Jam 05.00 wib

Ketika sebagian orang masih terlelap tidur dan sebagian orang lagi baru bangun tidur untuk melaksanakan sholat subuh, gue udah menelusuri jalanan Jakarta yang masih gelap dan lengang. Melewati jalan tendean yang lengang tidak seperti saat pagi ataupun sore hari menuju stasiun pasar senen, yaa hari ini disaat semua orang pada heboh mau liat gerhana matahari total dan disaat hari libur pula gue harus dinas keluar kota.

Jam 07.15 wib kereta Monoreh 160 tujuan semarang mulai berjalan, diiringi sinar matahari yang tampak malu-malu mengeluarkan sinarnya. Saat itu kondisi gerbong 2 cukup lengang, sebagian kursi terlihat kosong. Cukup aneh karena saat gue pesen tiket kereta semua kursi sudah full, jadinya gue sama temen gue harus duduk terpisah.

Jam 13.43 wib akhirnya sampe di semarang juga J disambut dengan teriknya matahari siang itu, karena yang jemput belum dateng alhasil kita pun harus nunggu sekitar beberapa menit. Setelah yang jemput dateng kita pun langsung dateng ke guest house yang sebelumnya udah gue searching daaaannn setelah sampe depan tempatnya kita pun cukup kaget karena bukan seperti penginapan yang gue bayangkan. Penginapan ini seperti ruko yang dibikin jadi penginapan, sebagian kaca nya ada yang rusak dan terlihat seperti tempat yang bukan bukan. Akhirnya kita pun memutuskan untuk mengunjungi penginapan yang kedua dan hasilnya tidak jauh berbeda dari tempat sebelumnya, akhirnya kita pun memutuskan untuk menginap di hotel karena guest house yang kita searching tidak ada yang sesuai harapan.

Berdasarkan info dari orang kantor semarang akhirnya kita pun menginap di hotel Dalu di jalan Majapahit, hotel yang cukup nyaman untuk sekedar melepaskan penat setelah seharian kerja. Setelah menaruh semua barang-barang kita pun langsung menuju tempat makan terdekat dari hotel, saat itu sudah sekitar jam 4 sore jadi cacing di perut sudah mulai demo. Tempat makan pertama di Semarang cukup mengecewakan, selain rasa makanan yang biasa saja dan pelayanan yang kurang memuaskan. Setelah perut sudah terisi kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat karena akan jalan-jalan di malam hari nya.

Jam 19.00 wibΒ  kami pun dijemput kembali, tempat pertama yang akan kami kunjungi adalah Gereja Blenduk yang berada di Kota Lama. Gereja Blenduk ini adalah gereja tertua di Semarang dan ternyata saat malam hari disini cukup ramai karena di samping gereja terdapat taman dan tidak jauh dari taman banyak penjual barang-barang antik, karena malam hari jadi kami tidak mengambil dokumentasi, kami hanya melihat-lihat barang-barang antik saja. Setelah selesai berkeliling kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat kedua, yaitu tempat jajanan di Taman KB.

Cuman bisa foto Gereja Blenduk dari samping aja soalnya cukup rame

Selama perjalanan menuju Taman KB, kami melewati Lawang Sewu yang sangat terkenal itu. Mungkin dulu Lawang Sewu terkenal angker karena bangunannya tidak terawat tapi yang gue liat malam ini berbeda, tempat ini udah ga seserem cerita-cerita di tivi. Sekarang tempat ini udah direnovasi sehingga terlihat terawat dan dimalam hari pun sangat banyak lampu sehingga tidak terlihat seram melainkan terlihat indah. Setelah cukup lama menyusuri jalanan semarang yang sebagian gue ga tau, akhirnya kami sampai juga di Taman KB. Taman ini berada di jalan Taman Menteri Supeno, kenapa dibilang taman KB ? ntah lah kenapa tapi mungkin karena ada patung keluarga berencana. Taman ini cukup menyenangkan untuk jogging di pagi maupun sore hari karena banyak terdapat pohon-pohon dan pada malam hari tempat ini menjadi pusat jajanan, kalo di Jakarta seperti Blok S lah hanya saja disini lesehan. Kami pun memutuskan untuk mencoba makanan khas semarang, yaitu tahu gimbal dan es campur. Cukup penasaran kaya apa sih yang dibilang tahu gimbal itu dan ternyata tahu gimbal itu hampir sama dengan ketoprak atau kupat tahu, yang membedakannya tahu gimbal ada tambahan gimbalnya (gimbal itu seperti bakwan udang tanpa sayuran) untuk rasanya gue kurang suka karena cenderung manis *maklum lidah sunda, jadi susah adaptasi*. Untuk es campurnya juga cukup berbeda dari yang sering gue makan karena disini ada tambahan rotinya. Tanpa terasa hari semakin malam, kami pun memutuskan untuk segera kembali ke hotel dan beristirahat.

Tahu Gimbal dan Es Campur

10 Maret 2016

Pagi-pagi kita udah siap-siap packing karena harus cek out dari hotel dalu soalnya semalem udah booking hotel lain buat malem kedua. setelah semua selesai kita pun sarapan di hotel ini, menu sarapan di hotel ini cukup bervariasi. ada bubur ayam, nasi goreng, nasi putih beserta lauk pauknya, omelet, bubur lolos dan soto kemiri. untuk minumnya juga ada teh, kopi beserta jus. senangnya perut kita hari ini *elus elus perut*

Sekitar jam 9 pagi kita pun dijemput kembali, ini adalah hari pertama kita ngantor di semarang dan pertama kali juga gue liat kantor semarang setelah hampir 4 tahun gue kerja di Orum. Setelah cek in di hotel Bliss Soeta kita pun langsung menuju ke kantor, sekitar 20 menit perjalanan menggunakan motor akhirnya sampai juga di kantor orum semarang. Sesampainya di kantor cukup kaget karena sangat semerawut dan cukup berbeda dengan sistem kerja di Jakarta.

Hari ini kami berencana mendatangi salah satu rekan kerja, selama perjalanan kita melewati banyak gereja dan wihara dengan model bangunan yang sangat menarik. Kita juga melewati pelabuhan tanjung emas, pelabuhan ini cukup dekat dengan jalan raya sehingga gue bisa menikmati langsung pemandangan pelabuhan sedekat ini. Melihat kapal kecil maupun besar yang bersandar, container-container dan alat-alat berat yang terdapat di pelabuhan ini tapi saat malam hari disini cukup gelap, hanya terlihat lampu-lampu yang menurut gue sangat terbatas. Karena malam ini cukup cape, kita pun memutuskan langsung kembali ke hotel agar besok kembali fit.

11 Maret 2016

Hari ketiga di semarang yaa tetep ngantor dan menyelesaikan beberapa masalah yang belum selesai sebelum besok kembali ke Jakarta. Setelah pulang kerja kami pun berencana untuk ke Bukit Tabanas untuk melihat pemandangan kota semarang di malam hari dari ketinggian. Dari kantor ke bukit tabanas ini cukup jauh karena bukit tabanas ini berada didaerah Gombel yang udah masuk dataran tinggi dan udaranya cukup dingin.

Sesampainya di bukit tabanas, kita pun makan di Panorama Garden Resto Gombel. Resto disini menyediakan menu seafood, makanan yang sudah tidak asing lagi jadi kita memutuskan untuk memesan makanan ringan dan minuman saja. Dari resto ini kita bisa melihat kerlap kelip lampu kota semarang di malam hari dari ketinggian plus ditemani live musik, ntah kenapa tempat ini berasa romantis sangat πŸ™‚

Setelah puas menikmati pemandangan kota semarang di malam hari dan menu pesanan yang udah pindah ke perut, kita pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat makan yang kedua. Tempat makan kedua ini recomend salah satu temen kantor, katanya sih makanannya enak, suasananya juga enak karena di saung-saung gitu dan ada terapi ikan nya juga. Tempat makan yang gue lupa namanya ini cukup nyaman, sambil menunggu pesanan datang kita bisa menikmati terapi ikan. menikmati kegelian setiap kali kaki kita digigit oleh ikan, membuat suasana semakin semarak oleh tawa kita semua. hanya saja waktu semakin malam dan tempat makan ini udah mau tutup jadi kami segera kembali ke hotel untuk beristirahat.

12 Maret 2016

Hari terakhir di semarang pagi-pagi bingung mau sarapan apa, karena rencana awal akan pulang sabtu pagi jadi hari ini booking kamar tanpa sarapan. untung saja gue kenal salah satu temen di komunitas dan kebetulan dia tinggal di semarang, dia dengan baik hati membelikan kita sarapan sekalian meet up di hotel untuk pertama kalinya sebelum cek out.

setelah sarapan dan packing selesai, kita pun di jemput untuk kembali ke kantor karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai. setelah selesai semua pekerjaan, kita pun berbelanja oleh-oleh *berasa kurang apdol kalo ke luar kota belum beli oleh-oleh yaa:D

tempat pertama yang kita datengin itu tempat membeli ikan bandeng presto pak kumis yang katanya terkenal enak, setelah itu membeli lumpia khas semarang *cukup penasaran dengan lumpia semarang ini tapi pas nyobain beli ternyata bau banget karena isi lumpianya rebung walaupun ada udangnya tetep aja gue kurang suka*, kemudian kita ke daerah padanaran yang terkenal denga pusat oleh-olehnya. setelah itu, karena hari semakin siang kita pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di Martabak House. tempat makan yang cukup asik untuk anak kuliahan dan tempat nongki-nongki cantik sama temen.

Menu disini hampir sama dengan tempat makan pada umumnya, hanya saja disini juga menyediakan martabak dengan berbagai macam toping yang semua terlihat enak dan yang lebih spesial lagi khusus untuk mahasiswa / pelajar mendapatkan diskon 50% untuk pembelian martabak semua jenis dengan menunjukan kartu pelajar dan memasang DP promo tersebut di sosial media kita.

setelah selesai makan kita pun melanjutkan membeli wingko babat yang di produksi langsung di pabriknya, jadi wingkonya masih baru. setelah semua oleh-oleh udah dibeli kita pun langsung ke kantor lagi untuk packing karena hari semakin sore.

Perjalanan dinas gue yang pertama kalinya ini alhamdulillah berjalan lancar dan menyenangkan walaupun memang sangat lelah tapi semua terbayarkan, semoga next time bisa ke semarang lagi πŸ™‚

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: