[REVIEW BOOK] “Jodoh” Karya Fahd Pahdepie

Apa itu Jodoh ?
Barangkali imajinasimu tentang jodoh dan belahan jiwa begitu sederhana ; di tepi pantai, kau mengandaikan ada orang di seberang sana, yang tengah menunggumu untuk berlayar.

Namun di saat yang sama, terkadang kau justru meragu sehingga sering kali hanya menunggu, mendambakan orang yang kau nantikan itu akan lebih dulu merakit sampannya, mengayun dayungnya, dan mengarahkan kompasnya untuk menjemputmu.

Tetapi laut, ombak dan isinya, selalu menjadi misteri yang tak terduga-duga, bukan? Orang yang kau sangka belahan jiwa sering kali hanyalah perantara, atau justru pengalih perhatian dari belahan jiwamu yang sesungguhnya.
Ini adalah kisah tentang seorang laki-laki dan perempuan, yang memutuskan untuk berlayar jauh sebelum mereka mengenal ketakutan ; jauh sebelum mereka bisa membaca arah atau menebak cuaca; bahkan jauh sebelum mereka disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang waktu, takdir, cinta dan jodoh itu sendiri.
————————-***************————————-

IMG_20151227_231428IMG_20151227_231438

Dari awal tahu judul buku ini memang sudah membuat saya penasaran dan memutuskan untuk ikut PO di salah satu toko buku online, yaa namanya PO harus sabar karena bukunya masih proses cetak belum lagi ditandatangani oleh penulisnya langsung. Saya PO dari bulan November dan bukunya baru sampe di  minggu kedua bulan desember. Buku ini memang sudah cukup lama sampai tapi saya baru sempat membacanya beberapa hari ini, awalnya saya membaca sinopsis yang ada dibelakang novel ini. Dan cukup bikin penasaran bang Fahd akan membuat cerita novel ini seperti apa. Apakah seperti novel pertamanya? yang menurut saya aga bosen, yaa walaupun ceritanya bagus sih *Sorry bang Fahd 😀

Di bab-bab awal saya sudah jatuh cinta sama novel ini, karena buat saya pribadi sebuah novel akan sukses dibaca dengan cepat jika bab-bab awal menarik. Dan ternyata novel ini cukup menarik perhatian saya untuk membuka tiap lembarnya. Pada setiap bab novel ini, saya selalu dibikin senang sekaligus dibikin ngenes sama kelakuan dua orang tokoh di novel ini yaitu Sena dan Keara.

Sena dan Keara sepasang kekasih yang mulai jatuh cinta sejak pertama kali bertemu pada hari pertama mereka masuk sekolah SD. Mungkin ini novel pertama yang saya baca tentang kisah cinta yang berawal dari anak SD yang berumur sekitar 6 tahun, tapi sekaligus membuat saya takjub karena cinta mereka bisa bertahan hingga dewasa.

Sejak SD mereka sudah saling suka walaupun hanya bisa diam dan mengagumi satu sama lain dalam hati, ketika semua teman di kelas menertawakan mereka berpacaran keara hanya bisa marah kepada teman-temannya padahal dalam hati keara dia pun telah jatuh hati pada teman sebangkunya itu. Bahkan lagu perdamaian menjadi lagu yang paling dibenci keara karena lagu itu lah yang menjadi olok-olokan teman-teman di sekolahnya, membuat dia harus berlari mengejar orang yang bernyanyi itu dan kemudian terjatuh. Yaa keara memang gadis kecil yang sangat mudah terjatuh, sedangkan sena tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa melihat keara dari kejauhan. Tidak hanya sampai disitu, seakan takdir memang mengijinkan mereka selalu bersama.

Setelah lulus SD sena tidak melanjutkan ke SMP terbaik di Bandung, padahal nilainya sangat tinggi tapi sena harus melanjutkan ke pesantren di daerah Garut atas permintaan orang tua nya, dan secara tidak sengaja keara pun bersekolah di pesantren yang sama. Seperti sejak jaman SD sena memang sudah mengagumi keara bahkan hingga sekarang, sena selalu senang melihat keara dari kejauhan bahkan sampai mencari-cari cara agar sena dan keara bisa berpapasan secara tidak sengaja yaa walaupun sena sudah merencanakannya. seiring mereka tumbuh semakin dewasa, rasa itu pun semakin dalam sena rasakan sehingga mulai memberanikan diri untuk mengirimi keara surat yang ternyata dibalas oleh keara dengan jawaban singkat tapi cukup membuat dunia sena seakan berubah menjadi taman bunga.

Setelah mereka berpacaran, mereka mulai mencuri-curi waktu bertemu diluar pesantren sampai suatu ketika mereka tertangkap oleh Pembina di pesantren tersebut, keara di skors selama 2 minggu dan tiba-tiba pingsan di ruangan Pembina kemudian dibawa ke rumah sakit oleh oruang tuanya dan kemungkinan tidak kembali ke pesantren tersebut karena harus menjalani pengobatan tapi sena tidak bisa berbuat apa-apa. Dari situlah sena tau bahwa keara sakit keras yang mengakibatkan dia tidak bisa terlalu cape dan sering terjatuh ketika berlari.

Kisah mereka tidak berhenti sampai disitu, masih berlanjut sampai mereka kuliah. Sampai akhirnya sena memutuskan berkuliah kedokteran di jogja dan keara tetap di bandung, sena tidak mau terjadi sesuatu yang melampaui batas jika mereka selalu berdekatan. Beberapa tahun berlalu sena tidak memberi kabar kepada keara yang semakin lama sakitnya semakin parah, kemudian 4 taun kemudian sena kembali hadir dan meminta maaf kepada keara. Banyak alasan yang diberikan sena kepada keara, hingga keara mau menerima sena kembali karena seperti yang keara bilang 4 tahun lalu “Dia akan selalu menunggu sena kembali”.

Akhirnya mereka pun menjalani hubungan seperti sebelumnya, hingga suatu ketika sena mengajak keara menjalani hubungan yang lebih serius. sebelum keara menjawabnya, ia mengajak sena ke rumah sakit untuk mendengarkan penjelasan dokter tentang penyakitnya. Sena pun bersedia, dokter berkata penyakit keara belum ada obatnya dan belum ada dokter yang bisa menyembuhkannya dan kemungkinan umur keara hanya bertahan sampai usia 23 tahun. Yang artinya 1 tahun lagi, keara cukup tegar mendengar penjelasan dokter sedangkan sena seakan ditusuk tepat dihatinya dan seakan dunianya akan segera hancur. Namun setelah mendengarkan penjelasan dokter, sena tetap ingin melamar keara tapi keara meminta sena menunggu 1 tahun lagi. Jika di usia nya yang ke 23 dia masih hidup maka keara akan menerima sena.

Setelah kejadian itu mereka menjalani pacaran seperti pada umumnya, dengan fisik keara yang semakin lama semakin lemas. Dan tak terasa 1 tahun sudah berlalu, tepat di hari ulang tahun keara sena telah merencanakan kejutan. Sena berencana melamar keara tepat di hari ulang tahunnya tapi dikarenakan sena ditugaskan di tanggerang, maka sena mengucapkan ulang tahun melalui layar monitor dengan menyanyikan lagu happy birthday. Kemudian menyanyikan lagu kedua yang cukup membuat keara menangis bahagia. Sena melamar keara dan keara pun menerima lamaran tersebut, alangkah senangnya mereka berdua *begitu juga yang baca* tapi kebahagian itu tidak berlangsung lama suatu hari sena di telepon ayah keara bahwa keara jatuh dari tangga dan masuk rumah sakit. Apa yang terjadi pada sena? Tentu saja dia panik dan segera ijin untuk langsung mendatangi rumah sakit tersebut, sesampai di rumah sakit sena melihat keara di ruang UGD dengan selang inpus dan tabung oksigen yang masih menempel di tubuhnya, yang perlahan mulai dilepaskan oleh suster. Tangis kedua orang tua keara pun menghiasi ruangan itu, begitu juga dengan sena. Dia merasa sangat hancur, tanpa terasa air mata telah membasahi kedua pipi nya.

Nah itu sedikit cerita tentang novel Jodoh karya Fahd Pahdepie, menurut saya novel ini sukses membuat saya jatuh cinta sejak pertama kali membaca sinopsisnya. Bang Fahd sukses membuat buku ini terasa sangat ringan dan cukup menyengkan untuk dibaca walaupun sad ending 😦 Nah untuk kalian yang lagi mencari novel ringan untuk dibaca coba deh baca buku ini, insya alloh nggak nyesel 😀 dan banyak juga quote – quote keren yang saya suka di novel ini, salah satu nya ini

“Siapa yang bisa menahan takdir cinta yang mendatangi hidupnya dengan cara yang tak pernah direncanakan” Hal. 84

Advertisements

One thought on “[REVIEW BOOK] “Jodoh” Karya Fahd Pahdepie

  1. Pingback: Mengakrabi Jodoh, Merayakan Cinta Bersama Fahd Pahdepie di Islamic Bookfair 2016 | Diary Nitnit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s